Pernahkah kita merasa heran dengan suatu amalan, tapi takut untuk bertanya, 'Apa dalilnya?' Atau mungkin kita mengikuti suatu ritual hanya karena 'katanya sunnah', tanpa pernah menyelidiki keabsahannya? Dalam dunia yang penuh dengan informasi agama yang simpang siur, dari ceramah viral hingga broadcast WhatsApp yang sumbernya tidak jelas, bagaimana seharusnya kita menyikapinya?
Bayangkan jika ada yang bilang, 'Pokoknya, ikut saja Mazhab Syafi'i, yang lain sesat!' atau 'Ritual ini wajib, meski nggak ada di Quran-Hadis, karena ini tradisi leluhur!' Pernah dapat 'wejangan' seperti itu?
Tadzkirah ini bagai oase di tengah gurun pemikiran yang kaku. Mufti dengan lugas menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang bijak, logis, dan memuliakan akal.
Dalam tadzkirah ini, anda akan diajak untuk:
❌ Berani menolak cerita-cerita agama yang tidak masuk akal dan tidak berdasar.
📚 Belajar langsung bagaimana sebuah negeri (Perlis) mengajarkan keluwesan dalam bermazhab, dengan contoh-contoh nyata yang mengejutkan!
💡 Memahami batasan akal dan kapan kita harus merujuk mutlak kepada wahyu.
🚫 Mengenali praktik 'jual-beli pahala' dan komersialisasi agama yang menyesatkan.