Oleh: Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA - Mufti Negeri Perlis
Forum Usul Fatwa & Fiqh Perubatan Kontemporari
Dalam diskusi ilmiah ini, Shahibus Samahah Prof. Dato' Dr. MAZA (Mufti Negeri Perlis) menyampaikan
kupasan mendalam tentang metodologi penetapan fatwa dalam bidang
perubatan kontemporer berdasarkan kerangka ushul fiqh dan maqasid
syariah. Beliau mengupas secara sistematis prinsip al-ashlu
fil-asyya' al-ibahah (hukum asal sesuatu adalah boleh), perbedaan
domain ibadah dan muamalah, serta penerapan
kaedah-kaedah darar dalam konteks perubatan modern. Juga
dibahas secara kritis studi kasus aktual seperti status hukum vaksin,
pengurusan tisu hospital, bank susu, hingga tanggung jawab epistemologis
hubungan ulama dan tenaga medis. Rekaman ini wajib didengar bagi akademisi,
praktisi hukum Islam, dan siapa pun yang ingin memahami paradigma
ijtihad kontemporer dalam merespons problematika medis tanpa
kehilangan pijakan dalil yang kokoh.
Bagian 1: Pembukaan dan Peringatan Awal
📌 Muqaddimah: Antara
Keberanian dan Ketakutan dalam Berfatwa
Peringatan Penting: Bahaya Mengharamkan yang Halal
Prof. MAZA membuka dengan satu perkara fundamental yang
sering dilupakan:
Firman Allah SWT:
وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا
حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh
lidahmu secara dusta 'Ini halal dan ini haram', untuk mengada-adakan kebohongan
terhadap Allah." (QS. An-Nahl: 116)
Beliau menegaskan bahawa dosa besar bukan hanya
menghalalkan yang haram, tetapi juga mengharamkan yang halal. Kedua-duanya
sama dalam kedustaan atas nama Allah.